Aksi Bela Islam Hanya Untuk Indonesia Damai

0
22

LR.com –  Meski sempat tidak mendapat izin dan penolakan, namun tidak menghalangi semangat ribuan ummat Islam yang  membanjiri Masjid Agung Medan, Sumatera Utara, untuk menghadiri Tabligh Akbar Aksi Bela Islam yang dihadiri Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Rabu 28 Desember 2016.

Kapasitas Masjid Agung Medan sepertinya tidak mampu menampung Jamaah yang hadir hingga membludak ke badan jalan di sekitar Masjid Agung yang berlokasi di Jalan Pangeran Diponegoro.

Bahkan halaman Kantor Gubernur Sumut yang bersebelahan dengan Masjid Agung juga dipadati jamaah yang berdatangan dari berbagai daerah di Sumut.

Kedatangan Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Habib Rizieq disambut dengan lantunan shalawat. Ribuan ummat Islam yang memadati Masjid Agung di Jalan Pangeran Diponegoro Medan berdiri secara serentak dan melantunkan shalawat yang dipimpin Wakil Ketua GNPF MUI KH Zaitun Rasmin.

Dalam tausiahnya, KH Zaitun menyebutkan terdapat tiga esensi aksi dalam spirit 212 ini,  yang pertama adalah spirit persatuan ummat Islam yang merupakan anugrah dari Allah SWT. Sudah lama ummat Islam memimpikan persatuan dan persaudaraan Islam dan saat ini momentum itu telah tercapai. Karena itu, spirit 212 harus terus dijaga sebagai perekat ummat dan persatuan Indonesia.

Kemudian spirit kedua adalah spirit jihad di jalan Allah. Jihad ini, katanya, tetapi dibingkai dalam koridor hukum dan konstitusi. Karenanya, Aksi Bela Islam disebut juga sebagai Jihad Konstitusi. Selanjutnya, spirit ketiga adalah spirit perjuangan damai. “Kita bersatu di sini bukan untuk anarkis. Kita berkumpul di sini bukan pula karena permusuhan melainkan sebagai aksi damai,” kata Ketua Umum PP Wahdah Islamiyah ini.

Kepada jamaah yang hadir, KH Zaitun Rasmin menyampaikan juga salam hangat dari Ketua GNPF MUI KH Bachtiar Nasir. Menurut dia, Tabligh Akbar ini merupakan momentum untuk menyongsong kebangkitan Islam.

Sebelumnya KH Abdul Rasyid dan Sekjen GNPF MUI KH Alkhattath. Dia menyerukan agar semangat persatuan dan persaudaraan ummat Islam terus terjaga dalam bingkai Spirit 212. Menurut dia, tidak ada yang bisa menghentikan persatuan ummat ini karena Spirit 212 semakin bergelora di dalam jiwa ummat Islam.

Sementara itu ditempat terpisah sebelumnya Habib Rizieq dan jajaran GNPF terlebih dulu menggelar temu tokoh ormas dan tokoh adat sekaligus jumpa pers untuk merespons berbagai opini yang berkembang di tengah masyarakat.

 “Tujuan aksi ini hanyalah untuk membangun persatuan dan persaudaraan ummat. Ini yang harus diluruskan agar tidak ada pihak yang salah memahami gelora dan semangat kebangkitan ummat Islam,” ungkap KH Zaitun Rasmin.

Dalam kesempatan itu, Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut sebagai penyelenggara tabligh akbar bekerja sama GNPF membacakan maklumat. GAPAI Indonesia menyebutkan bahwa nilai-nilai Pancasila saat ini sudah sangat jauh dari implementasi kehidupan bangsa Indonesia.

“Kami ummat Islam Sumut menyampaikan mandat kepada GNPF MUI untuk mengambil tindakan penyelamatan bangsa Indonesia. Kami juga menyatakan akan taat kepada ulama serta memberi mandat kepada Habib Rizieq Syihab untuk membaiat kami dalam perjuangan membela Islam,” demikian isi maklumat GAPAI Sumut yang dibacakan di atas panggung. @LR01/azis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here