Gara-gara, Bu pati Atau Pak Bupati

0
105

LR.com – Wak Mamat pusing bercampur kesal karena tidak ada satupun dari keempat gambar  yang terpampang yang akn dipilihnya, “kenapo tidak ado gambar batinonya, kalau semuanya sarupo seperti awak, ini jelas penipuan namanyo ‘, ungkap Wak Mamat dengan logat melayunya kepada seorang pria yang berdiri tak jauh darinya.

Pria berpakaian kemeja putih itupun mengampiri wak Mamat dan sembari balik bertanya apa yang menjadi permasalahan sehingga membuat pria berusia 70 tahun itu tiba-tiba saja marah tanpa penyebab yang tidak jelas. “Apa yang bapak cari”, tanya pria itu.

Dari dalam bilik yang hanya  berukuran pas untuk satu orang dewasa itu, Wak Mamat menjawab, “jangan kalian pikir mentang-mentang aku sudah tuo, kalau aku sudah pikun”, tukasnya. “Aku masih bisa membedakan mano yang batino dan mano yang jantan”, sambung Wak Mamat dengan nada suara yang tinggi.

Mendengar nada suara Wak Mamat yang semakin meninggi, pria itu menjadi takut dan bingung, pasalnya di kampung Beringin Tua itu siapa yang tak kenal dengan Wak Mamat mantan  pendekar alias bekas jentang kebun, sehingga sontak membuat sejumlah orang yang ada dilokasi itu langsung berkerumun mencoba mencari tahu apa yang membuat Wak Mamat merampang. Apalagi melihat gaya Wak Mamat yang lagi memelintir kumis panjangnya yang sudah memutih itu.

“Ada apa kenapa Wak Mamat marah -marah”, tanya salah seorang warga kepada pria berkemeja putih itu. Tidak tahu saya Pak jawab pria itu.

Situasi baru dapat terkendali, karena tak lama setelah itu datang Pak Kades yang langsung membaur diantara kerumunan massa dan langsung mengampiri Wak Mamat. “Apa yang bisa saya bantu Wak”, tanya Pak Kades mencoba meredakan  amarahnya Wak Mamat.

“Bagaimana aku tidak kesal karena capek aku membolak balik kertas ini tak tampak satupun sama aku gambar batino yang harus aku pilih”,  jelas Wak Mamat.

Mendengar ucapan Wak Mamat itu, Pak Kades kembali balik bertanya, “Sebenarnya gambar siapa yang mau Wak Mamat cari ?”. Wak Mamat pun langsung menjawab ya gambar batino lah, karena kalian bilang kita inikan  mau memilih Bu pati,  tapi kenapo tidak ada gambar batinonya, semuanyo yang ado gambar jantan, jelas Wak Mamat.

Mendengar perkataan Wak Mamat itu,  Pak Kades hanya bisa tersenyum simpul dan merapikan topinya yang tak miring, sembari mencoba mejelaskan kepada Wak Mamat bahwa yang akan dipilih dalam pemilihan ini adalah kepala daerah yang akan menjadi pemimpin didaerah kita ini. “Jadi bukannya memilih Bu pati, Wak”, jelas Pak Kades yang disambut dengan tawa kecil warga yang menyaksikan peristiwa itu.

Mendengar penjelasan Pak Kades, Wak Mamat mencoba memahaminya, sambil merapikan kumisnya yang tadi dipelintirnya dan sembari berkata, “kenapo tak kalian jelaskan dari tadi kalau yang mau kito pilih ini Pak Bupati,  bukannya Bu pati”, ujarnya.

Massa yang mendengar perkataan Wak Mamat serentak menjawab, “bukan milih Pak Bupati Wak, tapi Bupati, itupun tak paham Wak”, disambung dengan sorak warga yang langsung membubarkan diri.

Wak Mamat pun hanya bisa tertunduk malu sembari  melibatkan kembali kertas suara dan memasukannya kedalam kotak suara, tanpa mengiraukan sorakan warga. @redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here