Berkedok Simpan Pinjam, Ratusan Nasabah Resah

0
37

SR, PANTAI CERMIN – Mulia Davinchi  Butar Butar (35)  warga  Gg Tempe  Desa Cintaman  Jernih  Kec. Perbaungan. Harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di Polsek  Pantai Cermin  setelah di laporkan oleh, Yuliani   dengan Nomor  LP / 39  /V I / 2017 / SU / Res Sergai / Sek Cermin Tanggal  8 Juni 2017 dalam perkara  Penipuan dan atau  penggelapan

“Awalnya  Butar-butar ini  diamankan   Polsek Perbaungan  setelah   anggota  Simpan Pinjam Uang melalui Kelompok Usaha Bersama Simpan Pinjam Atsir (KUBE SP ATSIR). Memerogokinya  berada di Perbaungan, yang selama ini  bersangkutan menghilang, kemudian diserahkan kepolsek  Pantai Cermin,” Kata AKP Aberson  Kapolsek  Pantai Cermin.Minggu  Sore (11/6)

Dari hasil  pemeriksaan  tersangka  diketahui bahwa Usaha yang dibentuk sejak  26 Juni 2016.  Mempunyai  anggota  600 orang  berkantor di  desa Terjun  Kec Pantai Cermin.

Dalam perjanjianya,  anggota mempunyai kewajiban  menabung Rp1000 setiap harinya, dan menabung sukarela minimal Rp4000.

Kemudian  tabungan beserta keuntungan akan di kembalikan pada  7 Ramadhan 2017 atau tanggal 2 juni 2017.

Lalu namun  setelah jatuh tempo  Butar butar  bukannya  mengembalikan  uang dan membagikan keuntungan uang anggotanya justru  menghilang.

Akibatnya uang tabungan anggota yang terkumpul hingga 2 juni 2017 sebanyak Rp 97.897.500-raib, alasanya uang tidak ada.

“Uangya  sudah habis  bang” jawab  tersangka, singkat  ketika ditanya media. Tribrata News Res Sergai.

Untuk  mencari  orang atau kelompok menjadi anggota  Usaha  simpan pinjam ,tersangka   menggunakan  Volunter (  Asisten  di lapangan  ), setelah  anggota  menabung , uang yang di kutip oleh Volunter / Asisten Lapangan diserahkan kepada Bendahara kemudian disetorkan  kepada ketua  yang tidak lain tersangka . Mulia Davinchi  Butar Butar.

“ ini cukup aneh , Bendahara tidak pegang uang, Semua  uang  anggota  di pegang tersangka selaku Ketua   “ kata kapolsek.

“ di bulan  Juni 2017 ini kasus menghimpun dana Masyarakat  tanpa izin  merupakan  kasus kedua yang di tangani jajaran Polres Sergai,Cuma modusnya berbeda  ,kalau di Polsek Perbaungan  calon pencari kerja  dimintai uang Rp 1 juta di iming iming akan di kerjakan pada pertenakan penggemukan lembu oleh  4 pelaku yang  sudah ditahan ,sedangkan kasus di Pantai cermin modusnya membuka  koperasi  di iming akan di bagi keuntungan plus modal kembali ,nyatanya  masyarakat sangat di rugikan,” kata  Kapolres Sergai  AKBP Eko Suprihanto SH,Sik ,MH

“Melalui media ini dihimbau  kepada masyarakat untuk tidak terlalu percaya terhadap Perusahaan, ataupun Badan usaha  yang  mengiming imingkan suatu pekerjaan atau pembangian hasil diluar ketentuan dari  Bank Pemerintah  atau Bank swasta ,apalagi tidak mempunyai izin,   ujung ujungnya akan  merugikan  masyarakat  itu  sendiri,” tambah Eko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here