Politik Diatas Kertas

0
74

LR.com – Teori dalam setiap pesta politik semua dapat terukur, sepertinya masih menjadi perdebatan meski sejumlah akademisi telah melakukan riset, namun pendapat itu tak jarang bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi dilapangan dan akhirnya tidak sedikit para tokoh politik berpikir bahwa politik cendrung fluktuatif atau sulit diprediksi.

Faktanya Pilkada DKI yang baru saja berlangsung dimana calon Pertahanan didukung banyak Partai, termasuk diantara Partai Penguasa dan perhitungan diatas kertas sejumlah kalangan memprediksi bakal terpilih kembali, namun kenyataannya fakta berkata lain tim calon Pertahanan dipaksa harus menelan pil pahit. Bahkan berdasarkan catatan di KPU sedikit 44 calon kepala daerah yang diusung Partai PDI P dalam Pilkada serentak Tahun 2017 kemarin kalah dalam pertarungan.

Berangkat dari fakta diatas bahwa teori tentang setiap pasangan calon harus memiliki dukungan dari penguasa dan finansial yang besar dalam setiap pesta demokrasi, ternyata hasilnya tidak sedikit mengecewakan.

Kenyataannya yang terpenting harus dilakukan adalah bagaimana mencuri hati masyarakat dan menyakinkannya untuk dapat dipilih. Untuk itu tidaklah cukup dengan hanya memasang tanda gambar atau alat peraga, baik itu berupa baliho dan kalender dalam jumlah yang besar, ternyata belum dapat menjadi jaminan dapat meyakinkan calon pemilih. Tanpa dibarengi komunikasi yang berkesinambungan  antara calon kepala daerah dengan massa pemilihnya  sampai akhir batas waktu pemilihan dan peran media massa miliki  peran yang penting dalam membentuk sebuah opini, karena politik kata orang bijak terus berubah dalam setiap detiknya. Hitungan diatas kertas cendrung berbeda dari kenyataannya. @redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here