Tahanan Narkoba Kabur Dari Rutan Tanjung Pura Langkat

0
1295
Muzakir Tahanan Narkoba Yang kabur Dari Rutan Tanjug Pura Kabupaten Langkat Sumatera Utara

LR.com – Seorang tahanan kasus narkoba, Muzakir, 35 warga asal Provinsi Aceh kabur dari  Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Tanjung Pura Kabupaten Langkat Sumatera, Sabtu 2 Desember 2017 dinihari sekira pukul 02:00 WIB.

Petugas Rutan telah menjadi Korban Penganiayaan oleh tahanan yang kabur.

Terpidana kabur setelah sebelumnya menganiaya seorang petugas jaga dengan memukul kepalanya hingga berdarah, akibatnya kepala Jasa Putra Saleh mengalami luka yang cukup serius.

Dalam pelariannya, Muzakir yang merupakan terpidana kasus kepemilikan ganja kering asal aceh seberat 549 Kg, sebelumnya terlebih dahulu membobol jeruji besi dan pada saat akan kabur aksinya diketahui petugas jaga yang saat itu bermaksud akan ke toilet.

Muzakir kabur bersama dengan 2 rekan satu selnya yang bernama Rustam Efendi dan Angga dengan menggunakan kain sarung yang dipintal menyerupai seuntas tali.

Nahas bagi keduanya, pasca kejadian itu Rustam Efendi berhasil kembali diringkus tak lama berselang kejadian, sedangkan Angga menghurungkan niatnya melarikan diri.

Pihak Rutan selanjutnya berkoordinasi dengan kepolisian Polsek Tanjung Pura dan Polres Langkat, untuk melakukan pengejaran terhadap tahanan yang telah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 19 tahun kurungan penjara.

Kasubag Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan membenarkan peristiwa itu dan menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Rutan.

“Benar, kita telah menerima informasi terkait kaburnya salah satu tahanan Rutan Tanjung Pura atas nama Muzakir dan saat ini kita telah melakukan pengejaran terhadap tahanan tersebut,”jelas Arnold.

Sambungnya, bahwa Muzakir merupakan terpidana yang ditangkap petugas Polres Langkat, di Simpang Zais, Desa Tandam Hilir I, saat berusaha menyeludupkan narkotika jenis ganja seberat 549 Kg dengan menggunakan truck Colt Diesel BK 8519 DB pada Kamis 15 Juni 2017 yang lalu. Guna mengelabui petugas, terpidana mengkemas barang haram itu kedalam peti yang bertuliskan PT. PLN Persero.

Laporan : @redaksi/Paian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here