Kisah Batu Gajah, Kini Tak Gajah Lagi

0
337
Batu Gajah di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai

LR.com- Bicara tentang kisah Batu Gajah bagi masyarakat Kota Binjai, tentunya ingatan kita akan terbayang dengan keberadaan dua gundukan batu besar yang banyak menyimpan kisah misteri yang membuat buluh kuduk kita berdiri.

Kisah Batu Gajah, Yang Menyimpan Sejumlah Cerita Misteri

Lokasi batu yang berada dipinggir jalan Pasar 6 Lingkungan 4 Kelurahan Bakti Karya Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara, konon kisahnya menyebar sampai ke seluruh pelosok negeri. Bahkan sangking tersohornya salah satu batu itu harus dipindahkan ke Kota Medan dengan alasan tertentu.

Sedangkan untuk lokasi pemindahannya terdapat dua persi, adanya  yang mengatakan bahwa batu tersebut di letakan di Kodam I /BB dan satu persi lagi dikabarkan batu itu diletakan di Pelabuhan Internasional Peti Kemas Belawan.

Bagi masyarakat kota Binjai kisah keberadaan Batu Gajah menyimpan beragam kisah misteri dan konon kabarnya setiap orang melintas dilokasi batu misteri itu harus memberikan tanda atau salam, karena kendaraan yang ditunggangi akan berbalik arah.

Kini kisah batu Gajah itu sudah tak gajah lagi, karena batu yang tersisa tinggal batu yang kecil sedangkan yang besar telah dipindahkan ke Medan. Meski demikian disekitar lokasi batu itu masih dtemukan wadah untuk meletakan sesajian.

Konon kabarnya menurut Mang Tumin, 71 salah seorang warga yang bermukim di Lingkungan 5 Pasar 6 tak jauh dari lokasi Batu Gajah, bahwa dahulunya batu yang dikeramatkan bagi sebagian besar warga keturunan itu memiliki seorang juru kunci yang  bernama Bah Suratman.

“Hampir setiap pada hari kamis malam Jumat, banyak orang dari warga keturunan yang sembayang dan menyajikan sesajenan di lokasi batu tersebut”, ungkap Mang Tumin.

Lebih lanjut Tumis menjelaskan bahwa ia dan bersama anaknya merupakan orang yang terlibat langsung dalam proses pembangunan pagar pembatas lokasi Batu Gajah itu. “Saya yang membangun pagarnya atas permintaan salah seorang warga keturunan”, tegas Tumis.

Dikisahkan Tumis bahwa keberadaan Batu Gajah itu telah ada sejak dirinya pertama sekali tinggal di Kota Binjai sebagai buruh kebun pada tahun 1961. Bahkan ia menyaksikan langsung proses pemindahan salah satu Batu Gajah itu.

Sambungnya, bahwa pada proses pemindahan banyak anggota TNI bersama warga yang terlibat dan dibantu seorang paranormal, sebab meski telah menggunakan alat berat, namun batu tersebut sulit untuk dipindahkan.

“Batunya baru bisa dipindahkan setelah disajikan sejumlah sesajenan oleh sang paranormal”, ujar Mang Tumin.

Namun Mang Tumin memgaku bahwa ia sendiri belum pernah mengalami secara langsung peristiwa kisah-kisah mistis atau penampakan mahkluk astral sebagaimana kabar yang beredar ditengah masyarakat, ungkapnya mengahkiri.

Laporan : @ redaksi/sandi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here