Misteri Makam Panjang Jilid 2 Setelah Di Kota Binjai, Lagi Ditemukan Di Deli Serdang

0
747
Makam Panjang Datuk Rubiah di Desa Buluh Cina Hamparan Perak Deli Serdang.
Mbah Liwon,85 tahun Juru Kunci Makam Panjang di Desa Buluh Cina Kabupaten Deli Serdang

LR.com – Misteri keberadaan makam panjang ternyata tidak saja ada di Kota Binjai. Kali ini tim redaksi LR.com kembali menggali keberadaan makam panjang yang terdapat di kawasan Desa Buluh Cina Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara.

Makam yang berada diantara makam umum lainnya, lokasinya perisis dipinggir jalan lintas Tandam Hilir yang menghubungkan Kabupaten Deli Serdang dengan kawasan Medan Utara.

Hasil penelusuran tim LR.com membawa kami pada dua makam yang panjangnya mencapai lebih kurang lima meter, diamana lokasi makam itu telah dibangun pagar yang menyerupai pondok kecil.

Kedua makam panjang yang berada satu lokasi itu dinyakini oleh masyarakat setempat merupakan makam pasangan suami istri yang dikenal sebagai makam Datuk Rubiah dan Khai Rohmad yang konon kabarnya masih merupakan keturunan kerabat kerajaan Majapahit.

Penelusuran kami ke makam kedua pasangan suami istri itu, awalnya tidak banyak mendapatkan informasi yang berarti tentang asal muasal kedua makam itu. Tim ketika melangkah masuk ke lokasi makam hanya mendapati dupa dan sesajenan, serta kental aroma bau kemenyan yang mungkin sengaja dipasang oleh para peziarah kemakan tersebut.

Tidak ada ditemukan tanda atau tulisan yang menjelaskan tentang keberadaan kedua makam panjang itu. Tim baru menemukan titik terang dari salah seorang warga yang mengarahkan kami agar bertemu dengan mbah Liwon, 85 tahun yang merupakan juru kunci makam panjang pasangan suami istri tersebut.

Ditemui digubuknya yang sangat sederhana itu diperumahan buruh perkebunan, kami disambut dengan hangat dan dari dirinya kami banyak mendampat informasi tentang keberadaan kedua makam panjang suami istri itu.

Dikisahkan mbah Liwon bahwa keberadaan kedua makam itu telah ada sebelum Belanda masuk menjajah ke Indonesia.”Jauh sebelum Belanda menjajah indonesia kedua makam itu telah ada di daerah ini”, jelasnya mengawali kisah.

Menurutnya bahwa mbah Glondong tuo orang yang pertama sekali yang menjdi juru kunci makam itu dan berawal darinya yang memberi tahu perihal keberadaan makam panjang tersebut. Waktu itu usia mbah Liwon berkisar 16 tahun atau bertempatan pada tahun 1955.

Dari keterangan mbah Glondong yang merupakan jenteng kebun dizaman itu diketahui bahwa kedua makam tersebut adalah pasangan suami istri yang berasal dari pulau jawa dan konon kabarnya masih garis keturunan kerabat kerajaan Majapahit.

Sehingga tidak mengherankan banyak orang yang berziarah kemakam itu dengan niat yang berbeda-beda, namun sebagaimana pesan mbah Glondong yang selalu mengajarkan kepadanya bahwa jangan pernah mencapur adukan antara agama dengan kepercanyaan yang dilakukan para perziarah.Pesan mbah Glondong dalam bahasa jawanya lebih kurang,”honocoroko karto wahono suhodo”, beber mbah Liwon.

Lebih lanjut mbah Liwon menjelaskan bahwa keberadaan makam Datuk Rubiah dahulunya banyak membawa keberkahan dan sangat dikeramatkan, namun sangat disayangkan dalam perkembangannya lokasi makam sering disalah artikan oleh orang-orang tertentu untuk menyampaikan atau meminta benda-benda gaib dan tempat menuntut ilmu yang berbau mistis, sehinggga sangat bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Datuk Rubiah dan suaminya sebagai ulama penyebar agama islam yang berasal dari pulau jawa, ungkapnya.

Laporan : @redaksi/miel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here