Terlahir Menderita Kebocoran Jantung, Bayi Sarah Memohon Uluran Tangan

0
146
Bayi Sarah Terlahir Mengalami Kebocoran Jantung

LR.com- Asmarani ,24 tahun tak mampu menahan linangan air matanya, sejak dokter memvonis Sarah, 8 bulan  putri semata wayangnya menderita kebocoran pada jantungnya yang telah mencapai pada golongan PDA selebar 2 milimeter dan harus segera dioperasi ditengah keterbatasan ekonomi keluarganya.

Bayi Sarah Terlahir Mengalami Kebocoran Jantung

“Derita ini seakan tak ingin jauh dari ku, bagaimana tidak karena sejak putrinya terlahir ke dunia oleh dokter didiaknosa terserang virus Rubella atau pembawa penyakit”, ujar Asmarani dengan linangan air mata yang membasahi pipinya.

Ditemui di rumah kontrakannya yang sangat sederhana itu di Jalan Sawi Gang Mulia, Kelurahan Paya Roba, Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu, 16 Desember 2017. Sembari menggendong anaknya, ibu muda istri dari Tirta Ardianto, 27 tahun, berharap uluran tangan dari pihak pemerintah dan para dermawan agar dapat meringankan beban biaya operasi yang begitu besar harus ditangungnya.

Sarah yang memiliki nama lengkap Qaesara Queen Adianto telah lama berjuang menahan sakit, bahkan terakhir pada tanggal,  24 Oktober 2017 kemarin baru saja usai menjalani operasi mata di RSU Spesialis Mata SMEC Sumatra Medan Eye Center (SMEC ) di Medan karena sejak lahir sudah tidak dapat melihat.

“Anakku sejak lahir bukan saja tidak dapat melihat, bahkan oleh dokter juga divonis mengalami tuli Reper atau tuli berat akibat virus yang merusak saraf pendengarannya”, beber Asmarani

Menurut Asmarani, bahwa berdasarkan keterangan dokter yang memeriksannya, virus pembawa penyakit itu telah menyerang anaknya sejak masih dalam kandungan. Dan terus menyerang ke organ tubuh lainnya, sampai akhirnya dokter memvonis bahwa jantung anaknya telah mengalami kebocoran.

Kini Asmarani hanya bisa berdoa bagi kesembuhan putrinya, sebab untuk dapat dioperasi membutuhkan biaya yang cukup besar yang mencapai ratusan rupiah. Meski anaknya telah ditangung melalui BPJS Kesehatan, namun tidak semua dari biaya perobatan atau operasi, terkafer dalam pembiayaan BPJS Kesehatan, seperti untuk membeli alat Kokle Implan untuk operasi tuli reper yang ia derita, serta untuk obat-obatan yang harus dibeli dengan resep dokter diluar dari obat yang ditangung.

Terlahir dari keluarga yang hidup dibawah dari kecukupan, Sarah bayi usia delapan bulan itu juga terpaksa terus berjuang dari rasa yang menderanya.Kini hanya tangis mewarnai hari-harinya, sementara sang ayah yang keseharian berkerja sebagai tenaga mekanik disalah satu bengkel di Kota Medan dalam setiap kesempatan memohon dari sejumlah pihak agar dapat meringankan bebannya, seperti halnya melalui pemberitaan ini mendapat bantuan dari para dermawan dan pemerintah.

laporan : @miel/sandi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here