Tangan Kanan dan Kedua Kaki Ku Lumpuh, Tapi Tangan Kiri Ku Bukan Untuk Mengemis

0
421
Sofian, 60 tahun, "Tangan Kanan dan Kedua Kaki ku Lumpuh, Tapi Tangan Kiri Ku Bukan Untuk Mengemis
Sofian, 60 tahun, “Tangan Kanan dan Kedua Kaki ku Lumpuh, Tapi Tangan Kiri Ku Bukan Untuk Mengemis

LR.com – Langkah, rezeki, pertemuan dan maut tidak ada yang bisa merencanakannya, karena semuanya bagian dari takdir dan rahasia dari Maha Pencipta Allah SWT. Begitu pula halnya dengan kisah kehiduan Sofian, 60 tahun dimenjelang usianya terpaksa harus menjalani kehidupannya diatas kursi roda.

Serangan penyakit stroke yang dideritanya tiga tahun silam membuat tangan kanan dan kedua kakinya menjadi lumpuh, namun kondisi itu tidak membuat lumpuh semangatnya dalam menjalani kehidupan. “Tangan kanan dan kedua kaki saya telah lumpuh, tapi kanan kiri saya bukan untuk mengemis”, ujar Sofian.

Dalam kondisi fisik yang serba terbatas itu, kesehariannya ia mencari nafkah dengan mengumpulkan barang-barang bekas, seperti botol plastik, kertas kardus, koran bekas dan plastik kantong yang  kemudian dijualnya kepada pengepul.

Kini bapak tiga anak yang hanya tinggal bersama istri di rumah kontrakannya di Jl. Danau Laut Tawar Gg. Family Kelurahan  Sumber , Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara, terus berjuang bertahan hidup diatas kursi rodanya, meski tak jarang harus menahan sakit tangan kirinya karena kelelahan seharian  mengayuh kursi rodanya.

“Sebagai kepala rumah tangga saya mempunyai tangung jawab untuk menafkahi istri saya, meski hanya mengandalkan tangan kiri ini”, ujar Sofian sembari memperlihatkan telapak tangannya yang dipenuhi kepalan.

Hidup dalam kondisi serba kekurangan, mengajarkan dirinya bahwa hidup harus diperjuangakan, meski keadaan terkadang tidak berpihak kepadanya, seperti halnya serangan penyakit sroke yang saat ini dideritanya, seakan cobaan itu datangan bertubi-tubi disaat ekonomi keluarganya tengah terpuruk, dan disisi lain ia harus menerima kenyataan kondisi fisiknya yang sebagian telah lumpuh.

“Ketika itu kondisinya sangat berat sekali saya rasakan, karena jangankan untuk biaya berobat, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sangat sulit karena hanya mengandalan dari upah yang diterima istrinya sebagai tukang cuci dan gosok pakaian dari rumah ke rumah, tapi   syukur lah masih ada yang berbaik hati meminjamkan kursi roda ini ke saya”, ungkap Sofian dengan rasa haru.

Ungkapnya, bahwa pada serangan stroke pertama dirinya sempat pulih dan telah bisa berjalan dengan bantuan sebatang tongkat, namun kebahagian itu sepertinya belum berpihak kepadanya, karena setelah empat bulan berlalu dirinya terjatuh di dalam kamar mandi ketika akan berwudhu dan setelah peristiwa itu tangan kanan dan kedua kakinya tidak dapat digerakan lagi.

Kini hari-harinya dijalani diatas kursi roda dengan mengandalkan tangan kirinya untuk mengayuh kursi rodanya dan dengan tangan kirinya juga ia gunakan untuk mengkais barang-barang bekas yang bisa dijualnya kembali.

Laporan : @Lila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here